Wahai Borneo
Tanah Lahir Kami
Betapa cinta kami kepada mu
Ar Razzaaq Scarf bentuk cinta itu dengan berjuta puja dan puji
Betapa perkasa julangan Ulin Terhampar dalam rimba Kalimatan.
Betapa merdu sape’ berdenting
Membawa melodi cerita suku kami dengan penuh makna.
Berneo
Alam Benuanta yang selalu menggemakan
Bagaimana riuh parau Enggang berucap tentang lembabnya deretan Bakau, lestarinya Tane olen setulang, begitu mistisnya hutan Pulau Sebatik, sangat eratnya genggam alir Sungai Kayan, Sungai Sesayap, Sungai Sembakung dan Sungai Mentarang.
Wahai Borneo
Begitu indah lantunan kisah tentang keunikan dan pesona tenun ikat serta ukiran indahnya budaya suku, yang setiap goresannya punya cerita dan makna yang medalam.